Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • LPPM UBB - Gang IV No.1, Balun Ijuk, Kec. Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung 33172
blog-img-10

Posted by : adminlppm

Dosen Agribisnis UBB Sosialisasikan LISA ke Masyarakat

Kemuja, UBB— Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat tingkat Fakultas, tim Dosen Jurusan Agribisnis Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan sosialisasi tentang asap cair kepada para petani karet di Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka (Sabtu, 26 Februari 2022). 

Asap cair ini sendiri merupakan produk yang dihasilkan para dosen Jurusan Agribisnis melalui Program Hilirisasi Produktif (PHP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UBB, dan dinamai dengan LISA (Liquid Smoke Agribisnis).

Pada kegiatan sosialisasi yang dilangsungkan di Kantor Desa Kemuja tersebut, tim dosen yang diketuai oleh Dr. Muntoro, S.P., M.Sc. ini menyampaikan dengan detail terkait apa itu asap cair, bagaimana kegunaan dan keunggulannya ketika digunakan para penyadap karet, serta mempraktikkan langsung bagaimana cara penggunaannya. 

“Kalau kita menggunakan asap cair sebagai penggumpal karet, boleh dikatakan karet yang kita gumpal itu tidak akan bau. Kalaupun ada bau, dia tidak akan nyebar ke mana-mana. Nanti kita praktek, dan kami tinggalkan sample untuk Bapak/Ibu praktekkan di rumah,” jelas Muntoro di hadapan puluhan penyadap karet di Desa Kemuja yang hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut.

(Penyadap karet di Desa Kemuja yang hadir pada sosialisasi asap cair LISA UBB di Kantor Desa Kemuja)

Muntoro juga menjelaskan, jika menggunakan asap cair produk UBB ini, karet yang dihasilkan nanti tidak akan menyerap air, sehingga karetnya nanti akan lebih kenyal. 

Sementara itu, Dr. Evahelda, S.T.P., M.Si. selaku dosen yang ikut dalam kegiatan pengabdian ini, menyampaikan bahwa alasan mengapa produk ini disosialisasikan langsung ke petani karet bukan ke perusahaan, karena memang di Indonesia tidak ada PT. perkebunan karet besar yang memproduksi karet, melainkan para petanilah yang melakukan pekerjaan ini sehari-hari. 

Selain itu, Evahelda juga menyampaikan terkait bahan pembuatan dari asap cair.

“Asap cair ini bisa dibuat dari banyak hal. Dari tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit, bisa bongkol jagung, bisa kayu-kayu dan lain sebagainya,” ucap Eva Helda

“Kalau yang kami riset ini ini sendiri adalah asap cair dari tempurung kelapa,” pungkasnya.

Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan sesi praktek langsung oleh tim dosen dan mahasiswa Agribisnis UBB terkait bagaimana takaran dan cara penggunaan dari asap cair, LISA UBB tersebut. 

(Momen saat Pak Muntoro selaku ketua tim pengabdian, mempraktikkan cara menggunakan asap cair LISA UBB)

(Tim dosen pengabdian dan mahasiswa yang hadir pada kegiatan sosialisasi asap cair sebagai koagulan/penggumpal karet yang ramah lingkungan di Desa Kemuja)

SUMBER: www.ubb.ac.id